Pertimbangan Sebelum Ibu Melahirkan Mendapat Sobekan Jalan Lahir

Jakarta – Wanita yang melahirkan terkadang harus menerima episiotomi, sayatan yang dibuat pada perineum (jaringan di antara jalan lahir bayi dan anus) pada saat proses persalinan. Namun, episiotomi bisa menempatkan ibu pada risiko laserasi (luka robek) yang lebih besar. Sehingga, beberapa pertimbangan perlu dipikirkan sebelum episiotomi dilakukan.

Seorang ibu bernama Allison Snyder mengatakan mengalami komplikasi yang signifikan setelah bidan melakukan episiotomi saat melahirkan anak pertamanya di rumah sakit pada 2013.

“Saya kira episiotomi adalah praktik yang sudah ketinggalan zaman sehingga saya tidak menanyakan sebelumnya kepada tenaga medis,” ujarnya.

Pedoman nasional di Amerika Serikat memang telah memperingatkan para dokter sejak tahun 2006 untuk membatasi praktik episiotomi, misalnya ketika bahu bayi macet.

Apabila wanita hamil ingin menghindari episiotomi yang tidak perlu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan mengutip USA Today:

1. Bertanya ke petugas kesehatan

Saat kontrol atau proses persalinan, coba tanya ke dokter tentang episiotomi. Dr. Sara Cichowski, asisten profesor obstetri dan ginekologi di University of New Mexico, yang telah membantu menulis pedoman nasional untuk mencegah laserasi persalinan, mengatakan ia jarang melakukan episiotomi.

Menurutnya, pasien bisa bertanya di waktu yang tepat kepada dokter seberapa sering mereka melakukan episiotomi dan untuk alasan apa. Selain itu, calon ibu harus mendiskusikan pilihan mereka dan memahami risiko serta manfaat prosedur, sebelum melahirkan dan terjadi keadaan darurat.

“Apa yang harus terjadi adalah percakapan pengambilan keputusan bersama antara ibu hamil dan tenaga kesehatannya,” kata Dr. Barbara Levy dari American College of Obstetricians and Gynecologists.

Foto: Thinkstock

2. Minta penjelasan

Selama persalinan, Bunda bisa meminta penjelasan dan alternatif prosedur yang mungkin saja dilakukan. Ketika di tengah proses persalinan dan Bunda diberi tahu akan menjalani episiotomi, sebisa mungkin minta penjelasan singkat apa penyebabnya.

“Tanyakan apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan agar episiotomi tak dilakukan?” Kata Cichowski.

Studi menemukan cara sederhana yakni menggunakan kompres hangat pada area di sekitar vagina yang bisa mengurangi kejadian laserasi parah.

Dikutip dari detikcom, dr.Hari Nugroho, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan tidak semua wanita akan mengalami robekan spontan atau harus dipotong sedikit jalan lahirnya (episiotomi).

“Ini tergantung dari elastisitas jalan lahir masing-masing. Melahirkan anak pertama seringkali masih kaku, sehingga perlu dilakukan episiotomi, walaupun bukan berarti semua yang melahirkan pertama akan dilakukan episiotomi,” kata Hari.

Kalaupun harus menjalani episiotomi atau ‘dirobek’ jalan lahirnya, tenaga kesehatan yang menolong si ibu baru akan memutuskan demikian bilamana melihat jalan lahir terlalu kaku.

“Apabila dirasa jalan lahir terlalu kaku, akan dilakukan episiotomi untuk mencegah robekan yang tidak beraturan di bagian bawah. Dikhawatirkan ini juga menyebabkan robekan mengenai anus,” kata Hari.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn) BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA HAI BUNDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori